Happiness

Terinsipirasi dari guru agamaku.

Manusia didunia ini tentunya ingin bahagia. Itu sudah merupakan sifat alami dari manusia. Namun definisi dari kebahagian itu sendiri berbeda-beda, tergantung dari orangnya itu sendiri. Definisi itulah yang dijadikan panduan dalam mencari kebahagian. Caranya mulai dari mencari uang sebanyak-banyak misalnya. Kebahagian terbangun tersusun atas kumpulan keinginan yang terenuhi.

Kebutuhan itu terdiri 3 menurut guru agamaku.
-Kebutuhan Fisik
-Kebutuhan Psikologi
-Kebutuhan Spiritual

Kebutuhan fisik yakni segala kebutuhan yang berhubungan dengan tubuh kita ini, Lapar, Capek, Haus, Tidur, Sex, dan lain-lain. Ini merupakan kebutuhan yang paling rendah tingkatannya.

Yang kedua adalah kebutuhan psikologi. Kebutuhan Psikologi itu bersifat kalimat Pasif. Ingin dipuji, ingin dihargai, ingin dicintai, ingin disukai, ingin dilihat. Dan seperti kalimat pasif, sesudah Subjek+be+v3 maka diikuti oleh by, ya memang by, by who? by humankind. Ini merupakan 2nd grade kebutuhan.

Yang ketiga adalah kebutuhan spiritual. Tidak seperti kebutuhan psikologi, kebutuhan spiritual bersifat kalimat aktif. Ingin menyembah, ingin memujiNya. Dan siapa objeknya? The God. Ini kebutuhan tertinggi tingkatannya.

Hmmm… Mungkin kamu merasa bahwa kebutuhan spiritual mu itu tidak muncul… In my opinion itu disebabkan kurangnya kepercayaan atas God’s Existence.

Menurutku, Kebahagiaan adalah kondisi dimana banyak keinginannya terpenuhi. Kenapa aku sebut bnyak, bukannya semua? Karena itu tidak mungkin, misalnya pada suatu saat ketika kamu main game action yang gak bisa dipause, tanganmu terpaku pada keyboard, pada saat yang sama hp mu berdering minta diangkat. Keinginan mana yang akan penuhi? Tetep maen komputer atau angkat telepon?

Contoh lainnya, karena masalah yang tadi kamu berharap kamu punya 3 tangan. Maaf, manusia hanya punya 2 tangan. Itu diluar dari kemampuan, oleh karena itu seperti yang saya bilang, manusia tidak bisa memenuhi semua keinginannya. Hanya sebagian.

Sudah sifat alami kalau keinginan manusia itu tidak ada habisanya, We are greed. Namun dengan keinginan itu sendirilah yang membuat kita ini lebih hidup dibanding makhluk lain seperti binatang. Dan juga karena keinginan kita sendirilah sesuatu yang dianggap tidak mungkin menjadi nyata. COntohnya, sesuatu yang didepanmu. Monitor. Orang jaman dahulu pasti tidak akan menduga, membayangkannya juga mungkin tidak.

~ by fajarmerata on June 20, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.